Bahasa Pemprograman

Untuk menjalanakan mikrokontroler dibutuhkan sebuah program atau kode inisialisasi dalam bentuk biner 0 dan 1. Dalam menginisialisai program tersebut dibutuhkan sebuah pengkonversi (compiller) untuk mempermudah manusia dalam menentukan fungsi mikrokontroller tersebut dalam arti lain mengubah bahasa manusia menjadi bahasa kode mikrokontroller yaitu 0/1. Bahasa yang dimaksud dalam pengkonversi tersebut disebut sebagai code program / pemprograman. Dalam pemprograman suatu mikrokontroler ter-dapat 3 level atau tingkatan berdasarkan tingkat kesukaranya yaitu bahasa mesin, assembly, dan bahasa tingkat tinggi.

3.6.1    Bahasa Mesin

Bahasa mesin (machine language/machine code) adalah bahasa yang di-pahami oleh komputer. Kode yang terdapat pada bahasa ini berupa kode bilangan biner yang dapat diproses oleh mikroprosesor sehingga sulit dipa-hami oleh manusia. Bahasa mesin umumnya bersifat spesi k, yaitu tidak lintas jenis mikroprosesor sehingga suatu jenis mikroprosesor memiliki ba-hasa pemrograman yang berbeda dengan jenis mikroprosesor lainnya. File bahasa mesin memiliki ekstensi .hex, karena untuk kepentingan manusia yang memprogram kode biner dikonversikan menjadi kode bilangan heksa-desimal.

3.6.2    Bahasa Assembly

Bahasa Assembly terdiri dari instruksi berupa representasi mnemonic dari instruksi berupa kode bilangan biner dari bahasa mesin. Umumnya mnemonic berupa singkatan tiga atau empat huruf dari kata yang mewakili suatu instruksi. Contohnya instruksi Assembly adalah sebagai berikut :

  • SUB adalah kode Assembly untuk instruksi substract, yaitu mengu-rangkan suatu angka dari angka lain.
  • CBI adalah kode Assembly untuk instruksi Clear Bit I/O, yaitu mem-beri logika nol pada suatu pin I/O digital.

Instruksi pada Bahasa Assembly diterjemahkan menjadi bahasa mesin oleh perangkat lunak Assembler. Seperti juga bahasa mesin bahasa Assembly juga spesi k untuk suatu jenis mikroprosesor tertentu.

3.6.3    Bahasa Tingkat Tinggi

Bahasa pemrograman tingkat tinggi (high level programming language) memiliki sintaks yang lebih mendekati bahasa manusia. Hal ini menyebabk-an bahasa tingkat tinggi lebih mudah untuk dipelajari. Meski demikian bahasa tingkat tinggi umumnya menghasilkan ukuran kode yang lebih besar dibandingkan bahasa Assembly. Bahasa tingkat tinggi memerlukan perang-kat lunak kompiler (compiler) untuk menerjemahkan kode menjadi bahasa mesin. Contoh compiler atau bahsa pemprograman yang berada pada ting-kat tinggi Bahasa C dan Bahasa Basic

3.6.4    Operator

Operator adalah source code yang digunakan dalam mengelolah data baik itu membandingkan, menyamakan, menjumlahkan, dll



Complete and Continue