2.1 Akusisi data

2.1.1    Sejarah

Pada tahun 1963, IBM memproduksi komputer yang khusus untuk akuisisi data. Ini termasuk IBM 7700 Sistem Akuisisi Data dan penggantinya, IBM 1800 Data Akuisisi dan Kontrol Sistem. Sistem ini khusus yang mahal me-lebihi tahun 1974 dengan tujuan umum S-100 komputer dan akuisisi data kartu yang diproduksi oleh Tecmar Solusi / Ilmiah Inc Pada tahun 1981 IBM memperkenalkan IBM Personal Computer dan Ilmiah Solusi memper-kenalkan produk data akuisisi pertama PC.

Sistem akuisisi data menkonversikan besaran sis sumber data ke bentuk sinyal digital dan diolah oleh suatu komputer. Pengolahan dan pengontrol-an proses oleh komputer memungkinkan penerapan akuisisi data dengan software. Kon gurasi sistem akuisisi data dapat di lihat dari banyaknya tranduser atau kanal yang digunakan, kecepatan pemrosesan data, dan le-tak masing-masing komponen pada sistem akuisisi data.

Menggunakan COMEDI memungkinkan program yang sama untuk ber-jalan pada sistem operasi yang berbeda, seperti Linux dan Windows. Per-angkat lunak khusus yang digunakan untuk membangun sistem data akuisisi skala besar termasuk epik. lingkungan pemrograman gra k termasuk logika tangga, Visual C + +, Visual Basic, MATLAB dan LabVIEW

Sirkuit pengkondisian sinyal untuk mengubah sinyal sensor menjadi ben-tuk yang dapat dikonversikan ke nilai digital. Konverter analog-ke-digital, yang mengkonversi sinyal sensor dikondisikan dengan nilai-nilai digital. Apli-kasi akuisisi Data dikendalikan oleh program software yang dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman berbagai tujuan umum seperti BASIC, C, Fortran, Java, Lisp, Pascal. COMEDI merupakan open source API (aplikasi Program Interface) yang digunakan oleh aplikasi untuk meng-akses dan mengontrol perangkat keras akuisisi data.

2.1.2    Pengertian Akusisi Data

Sistem akuisisi data dapat dide nisikan sebagai suatu sistem yang berfungsi untuk mengambil, mengumpulkan dan menyiapkan data, hingga mempro-sesnya untuk menghasilkan data yang dikehendaki. Jenis serta metode yang di pilih pada umumnya bertujuan untuk menyederhanakan setiap langkah yang dilaksanakan pada keseluruhan proses. Suatu sistem akuisisi data pa-da umumnya dibentuk sedemikian rupa sehingga sistem tersebut berfungsi untuk mengambil, mengumpulkan dan menyimpan data dalam bentuk yang siap untuk diproses lebih lanjut. gambar 2.1 menunjukan diagram blok sis-tem akuisisi data.

Gambar 2.1: Diagram Blok Akusisi Data

Akuisisi data dalam bahasa Inggris Data Acquisition disingkat DAQ ada-lah proses sampling dari kondisi dunia nyata sik dan konversi dari sampel yang dihasilkan menjadi nilai numerik digital yang dapat dimanipulasi oleh komputer. akuisisi data dan sistem akuisisi data (disingkat dengan akronim DAS) biasanya melibatkan konversi bentuk gelombang analog menjadi nilai digital untuk diproses. Komponen dari sistem akuisisi data meliputi: Sensor yang mengkonversi parameter sik untuk sinyal-sinyal listrik.

Sistem akuisisi data merupakan sistem instrumentasi elektronik yang ter-diri dari sejumlah elemen yang secara bersama-sama bertujuan melakukan pengukuran, menyimpan, dan mengolah hasil pengukuran. Semua besaran sik yang akan diukur, diamati, disimpan, dan dikontrol dapat berupa su-hu, tekanan, cahaya , suara, dll. Di real world besaran sik itu berbentuk analog. Sedangkan sistem akuisisi data berbasis mikroprosesor merupakan sistem digital, hanya dapat mengolah sinyal-sinyal listrik digital. Jadi be-saran sik analog harus dikonversi lebih dulu menjadi besaran listrik digital yang setara. Sebuah sistem akuisisi data terdiri dari elemen-elemen utama: elemen masukan, elemen sampling, elemen kontrol, dan elemen keluaran.

Gambar 2.2: Komputer digital untuk kebutuhan data


Diagram blok sebuah sistem akuisisi data di atas ini menunjukkan bagian-bagian penting dari sistem yang mempunyai bermacam-macam transduser yang terhubung pada input rangkaian pengkondisi sinyal. Tergantung pa-da sinyal transduser, input rangkaian pengkondisi sinyal dapat digunakan sebagai penguatan (ampli cation), o set, atau sebagai lter.

Gain dari rangkaian pengkondisi dapat dikendalikan oleh central pro-cessing unit (CPU) untuk mengatur input sesuai dengan level yang tepat. Sinyal-sinyal input itu kemudian disalurkan ke analog-to-digital converter (A/D converter) melaui sebuah multiplekser (selector switch) (MUX).

Bila data analog itu berbentuk sebuah gelombang sinusoida, maka se-buah bisa menggunakan low-pass lter untuk menghindari yang dinamakan aliasing e ects. A/D converter mengkorversi sinyal analog menjadi sebuah sinyal digital yang selanjut diumpankan pada CPU. CPU itu yang meng-endalikan, merekam, menganallisis, dan melapor/menampilkan data yang diakuisisi.

Data tersebut dapat digunakan dalam bentuk digital, atau dikonver-si oleh sebuah D/A converter menjadi bentuk analog. Jika sinyal analog itu sinussoida, maka diperlukan sebuah correction lter pada output untuk membentuk-ulang (reshape) frequency response dari sistem. Output yang analog itu dapat digunakan untuk mengendalikan sistem itu, atau output yang analog itu dapat juga dihubungkan dengan divais analog yang lain misalnya chart recorder, osiloskop, atau peralatan-peralatan ukur.

  • Elemen masukan terdiri dari bermacam-macam transduser, pengkondisi sinyal, dan multiplekser.
  • Elemen sampling terdiri dari lter low-pass, rangkaian S/H, A/D con-verter.
  • Elemen kontrol merupakan unit pengolahan sentral (Central Proces-sing Unit/CPU).
  • Elemen keluaran terdiri dari D/A Converter, lter low-pass dan (sin x)/x correction, I/O, Modem, Storage device, Display device, dan Printout device.



Complete and Continue  
Discussion

0 komentar